Jumat, 15 Januari 2016

PENGANGGURAN

A. Pengertian Pengangguran


Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja/ mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.


Menurut Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional), pengangguran didefinisikan sebagai berikut:
1.      mereka yang sedang mencari pekerjaan dan saat itu tidak bekerja;
2.      mereka yang mempersiapkan usaha yaitu suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan suatu usaha/pekerjaan yang baru;
3.      mereka yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, disebut dengan penganggur putus asa; dan
4.      mereka yang sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.


B. Jenis-jenis Pengangguran


Pengangguran dapat dibagi-bagi menurut lama waktu kerja dan sebab-sebabnya. Kita dapat mengelompokkan pengangguran berdasarkan sudut pandang kita. Berikut ini diuraikan jenis-jenis pengangguran.


Menurut lama waktu bekerja, pengangguran dibedakan menjadi sebagai berikut.
1.      Pengangguran terselubung (Disguised unemployment)
Pengangguran terselubung merupakan tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena sesuatu alasan tertentu, misalnya:
- Kurang terampil dalam pekerjaannya karena pendidikannya rendah.
- Baru mulai bekerja atau kurang pengalaman dalam bekerja.
- keterpaksa yang membuat orang bekerja tidak sesuai dengan bakat dan keterampilannya.


2.      Pengangguran terbuka (Open unemployment)
Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang sungguh sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Penyebabnya antara lain:
- Tidak tersedianya lapangan kerja.
- Lapangan kerja yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
- Tidak berusaha mencari pekerjaan secara keras karena memang malas.


3.      Setengah menganggur (Under unemployment)
Setengah pengangguran dapat dikelompokkan menjadi setengah pengangguran kentara (visible underemployment) yakni mereka yang bekerja kurang dari jam normal (kurang dari 35 jam/minggu). Petani-petani di Indonesia banyak yang termasuk sebagai setengah pengangguran kentara karena petani yang hanya memiliki lahan yang sempit biasanya bekerja kurang dari 35 jam/minggu dan setengah pengangguran tidak kentara (invisible underemployment) atau pengangguran terselubung (disguised unemployment) yaitu mereka yang produktivitas kerja rendah dan pendapatannya rendah.


Menurut sebab terjadinya, pengangguran dapat digolongkan menjadi sebagai berikut.
1.      Pengangguran struktural
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan dalam struktur perekonomian. Pada umumnya negara berupaya mengembangkan perekonomian dari pola agraris ke industri.


2.      Pengangguran friksional
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja, yang disebabkan oleh kondisi geografis, informasi yang tidak sempurna, dan proses perekrutan yang lama.


3.      Pengangguran musiman
Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang terjadi karena pergantian waktu/trend. Misalnya tukang membuat kopiah, pada saat bulan puasa dan menjelang hari Idul Fitri, pesanan akan produk kopiah meningkat tajam. Sedangkan masa sesudah bulan puasa permintaan produk kopiah kembali turun sehingga dia harus menganggur lagi.


4.      Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi yaitu pengangguran yang disebabkan penggunaan teknologi seperti mesin-mesin modern, sehingga mengurangi penggunaan tenaga kerja manusia.


5.      Pengangguran konjungtur
Pengangguran konjungtur adalah pengangguran yang disebabkan oleh adanya siklus konjungtur (perubahan kegiatan perekonomian). Misalnya: pada masa 1960 -1980 an titik berat pembangunan nasional Indonesia ditekankan pada bidang pertanian, sehingga insinyur-insinyur pertanian mudah mendapatkan pekerjaan. Pada masa setelah itu sesuai kebijakan pemerintah titik berat pembangunan bergeser ke bidang industri pengolahan dan manufaktur sehingga banyak insinyur-insinyur pertanian yang sulit mendapat pekerjaan/ menganggur.


6.      Pengangguran yang disebabkan oleh isolasi geografis
Pengangguran ini dialami oleh masyarakat yang terpencil dari pusat kegiatan ekonomi. Pengangguran seperti ini biasanya akan menimbulkan urbanisasi.

7.        Pengangguran siklis
yaitu pengangguran yang terjadi akibat gelombang konjungtur atau perubahan naik turunnya gelombang ekonomi. Misalnya, pengangguran karena PHK massal akibat resesi ekonomi.

8.        Pengangguran voluntary
yaitu pengangguran yang terjadi karena seseorang yang masih mampu bekerja tetapi dengan sukarela ia tidak bekerja karena telah memiliki penghasilan dari harta kekayaan mereka. Misalnya: menyewakan rumah, kendaraan, dan menikmati bunga uang simpanan.


9.        pengangguran deflasioner
pengangguran yang disebabkan kurangnya investasi perusahaan sehingga banyak tenaga kerja yang diberhentikan.


CARA MENGATASI PENGANGGURAN

1.      Cara mengatasi pengangguran friksional
a.       Perluas kesempatan kerja dengan membuka lapangan kerja baru
b.      Datangkan investasi baru diberbagai bidang
c.       Galakkan pengembangan sektor informal seperti home industry
d.      Lakukan transmigrasi penduduk untuk menyerap tenaga kerja disektor agraris dan lainnya  
e.        Bangun infrastruktur seperti jalan, jembatan, PLTA, PLTU dan lain-lainnya dengan tujuan untuk mendatangkan investasi.
2.      Cara mengatasi pengangguran struktural.
a.       Tingkatkan mobilitas modal dan tenaga kerja
b.      Lakukan pemindahan tenaga kerja dari sektor yang kelabihan ke sektor yang kurang
c.       Lakukan pelatihan tenaga kerja sehingga mereka siap untuk terjun ke lapangan
d.      Bangun industri di wilayah yang mengalami pengangguran.

3.      Cara mengatasi pengangguran siklikal
a.       Menimgkatkan daya beli masyarakat.
b.      Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa.

4.      Cara mengatasi pengangguran musiman
a.       Beikan informasi jika ada lowongan kerja disektor lain
b.      Lakukan pelatihan di bidang keterampilan lainnya sepeerti menjahit dan lain-lainnya.

5.      Cara mengatasi pengangguran teknologi
a.     Berikan pelatihan untuk mengetahui atau menguasai teknologi

6.      Cara mengatasi pengangguran deflasioner
a.       Datangkan investasi baru sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja
b.      Berikan pelatihan kepada pekerja, dibidang keterampilan dan lainnya

7.      Cara mengatasi penganguran konjungtur
a.        Tingkatkan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa yang dihasilkan.

8.      Cara mengatasi pengangguran yang disebabkan oleh isolasi geografis
a.       Meningkatkan kualitas daerah terpencil
b.      Memajukan ekonomi di daerah terpencil
c.       Membuka lowongan pekerjaan

10.  Cara mengatasi Pengangguran voluntary
a.       Memberikan pengarahan dan pelatihan
b.      Memberikan motivasi untuk bekerja



0 komentar:

Posting Komentar

 
Adibatur Rahmawati Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template